Melengkapi tulisan sebelumnya, saya mau cerita ah, proses wawancara Visa F-1 saya.
Kali2 aja ada orang yang mau apply Visa, buka Google, dan googling tentang panduan aplikasi dan wawancara visa US lalu nyasar deh ke tulisan ini *AAMIIIN* 
Or at least I hope my parents and my little brother read this one day when they decide to visit me here *Pak, Bu, Dek, kapaaan ke siniiiii?
*
PRA - APLIKASI
Sebelum mengajukan permohonan Visa, banyak paperwork yang harus disiapkan. Tapi sehari saja sepertinya cukup lah untuk nyiapin semua. Dokumen2 yang harus sudah dipegang tangan (beneran dipegang lho, jangan cuman dilirik
):
- - Dokumen I-20 asli
- - Tanda bukti SEVIS Fee (tidak perlu yang asli, print out dari website saja cukup)
- - Passport
- - Fotocopy Kartu Keluarga
- - Fotocopy Akta kelahiran (yaaa jaga2 aja sih ini)
- - Financial Guarantee
Dokumen ini adalah dokumen yang menyatakan siapa pihak yang akan membiayai studi kita di US nanti. Dokumen ini ngga selalu diminta sih, tapi siapa tau interviewer nya iseng, dan minta lihat dok ini, jadi siap2 saja
- - Ijazah pendidikan terakhir (jaga2 juga)
- - Bukti tes2 yg diambil untuk mendaftar, mis TOEFL, IELTS atau GMAT (jaga2 juga)
PROSES APLIKASI
- Siapkan file foto identitas kita. Nah, masalah foto ini, US punya aturan sendiri. Ukurannya 2x2 inch (sekitar 5x5 cm), backgroundnya putih, dan komposisinya muka nya harus pas. Biasanya sih studio foto sudah tahu, gimana foto standar untuk Visa Amerika kok. Kalau mau pasti, buka di link sini
Kalau ke studio foto, pastikan dapat soft copy, karena aturan terbaru, kita malah ngga perlu kasih foto cetaknya. Dulu waktu saya apply visa pertama kali, masih harus kasih foto cetak. Ternyata yang baru, cukup sediakan soft copynya saja, nanti di upload di pengisian form DS-160
Dari pengalaman pribadi saya, proses foto visa ini heboh bener deh. Tau lah ya, pasca 9/11, bayangan tentang Amerika dan Moslem gimana. Nah, saya ini kan kebetulan berjilbab, jadi saya bingung waktu foto untuk visa nanti, jilbab harus gimanaaa? Sempet heboh deh sama ibu tentang penataan jilbab, sampe bapak juga ikut2an ribet
lucu banget deh. Saya sampe semaleman browsing gambar2 jilbab di Google Images
Akhirnya karena ngga bisa variasi sendiri, saya pergi ke studio foto dengan jilbab dimodel ala Dewi Yull gitu. Jadi, leher nya masih kelihatan. Makanya terpaksa deh saya pake shirt turtle neck buat nutupin leher. Outfitnya sih saya pakai business suit aja. Jadi turtle neck (untuk nutupin leher) sebagai daleman, dan luarnya pakai jas hitam. Celananya sih bebas ya, boleh pakai celana renang
abisnya kan foto cuman keliatan muka
- Mengisi form DS-160 secara online, bisa dibuka di sini
(note: kalau bisa komputer yang digunakan langsung sambung ke printer supaya tanda bukti bisa langsung di print)
Kalau tidak salah, akan diminta mengisi lokasi embassy / consulate dimana kita mau apply. Kalau saya, tentu jelas di US Consulate Surabaya. Lalu, akan ada button "Test Photo" atau semacamnya dimana kita bisa upload foto kita, dan sistem akan cek apakah foto kita ini sesuai kriteria atau ngga.
Kalau foto sudah cocok sama permintaan sistem, bisa deh kita mulai pengisian. Kalau kita masukkan lokasi kita Indonesia, maka nanti selama pengisian form, kalau kita hover pointernya ke pertanyaan2 yang ada di form, akan muncul terjemahan pertanyaan itu dalam bahasa Indonesia, kok. Jadi, ngga perlu bawa2 Kamus atau Alfalink sambil ngisi form
Kalau sudah selesai semua isian form DS-160 ini, sistem akan mengeluarkan tanda bukti bahwa kita sudah mengisi form DS-160. Lembar konfirmasi ini pokoknya ada foto kita dan barcode nya juga. Nah, tanda bukti konfirmasi ini HARUS di print out. Karena inilah yang akan kita bawa ke wawancara nanti.
- Buat jadwal untuk wawancara Visa. **NOTE** Untuk Visa pelajar, tidak perlu bikin janji. Cukup datang saja ke konsulat setiap hari Jumat dari jam 8 - 10. Kalau misalnya ngga pengen Jumat, bisa buat jadwal wawancara di sini. Begitu lihat tanggal kosong, sebaiknya CEPET BOOKING, karena asli deh, jadwal suka cepet banget penuh! Dan biasanya susah untuk dapat jadwal yang dekat2, mungkin bisa dapat untuk 2-3 minggu ke depan. Pokoknya harus cepet aja booking tanggal. Tapi, enaknya jadi pelajar, Jumat tinggal dateng
- Bayar Biaya Visa
PENTING sekali ini, karena bukti bayar ini yang paling pertama diminta oleh konsulat *show me the money, hey you. haha
* Soalnya saya pernah tuh datang wawancara, dan orang di depan saya belum bayar dong! ck ck ck. Akhirnya dia keluar lagi, ngibrit ke Bank untuk bayar. Untung masih mau ditunggu sama konsulat sampai jam 11.
Biaya yang harus dikeluarkan untuk 1 kali wawancara (mudah2an belum naik): US$ 140. *PENTING* harus dibayar dengan Rupiah, dan kursnya tdk ikut kurs hari itu juga. Kalau nilai tukar $-IDR lagi di kisaran 9xxx, mungkin pakai kurs 10.000. Kalau $-IDR di kisaran 8xxx, mungkin pakai kurs 9000. Pokoknya selalu siap2 aja lebihin duitnya. Soalnya suka ambil nilai tukarnya yg tinggi tuh. huh.
Untuk yang di kota Surabaya, pembayaran bisa dilakukan di 2 tempat:
1. Standard Chartered, Jl Basuki Rachmat 63-65, Sby
2. Permata Bank, Jl Tunjungan 52, Sby
Saya selalu bayar di Standard Chartered. Begitu masuk, bilang saja sama satpam kalau mau bayar Visa Amerika. Nanti pasti diarahkan ke formulir mana yang harus diisi, dan jumlah yang harus dibayar sebesar berapa. Antri di depan teller, dan tinggal tunggu giliran deh. Bukti pembayaran jangan sampai hilang
HARI-H WAWANCARA VISA
Saya ini ceritanya spesifik di konsulat Surabaya, lho ya
Pakaian:
Pastinya sih harus yang sopan dan appropriate ya. Karena saya mau dianggap serius *caelah* jadi saya selalu pakai business suit. Ya pakai blazer dan celana bahan lah. Tapi yang terakhir, karena wawancara di hari Jumat, saya pakai atasan batik, dan celana bahan, plus sepatunya high heels dong hihi *puegel asli*
Waktu kedatangan:
Ngga ada ruginya untuk datang ahead of time. Untuk pelajar, karena semua pelajar dilayani di hari Jumat, maka kalau bisa datangnya pagi2 sebelum jam 8, supaya bisa dapat antrian agak depan. Saya terakhir wawancara datang jam 7.30-an dan sudah ada 5-6 orang aja yang nongkrong di luar entry point -_-.
Proses antrian:
- Entry Point
Entry point nya konsul sby ini di dekat booth nya Polisi. Pokoknya yang ada gerombolan orang2 deh
Biasanya dekat2 jam 8 pagi, petugas mulai suruh kita antri yang rapih. Nah, sundul2an sana gih biar bisa antri paling depan
Di sini kita isi buku tamu (nama, alamat, dll dsb) terus masukin angpau deh (lhoh!)
) Setelah itu, petugas akan memeriksa tas kita, dan scan seluruh badan pake alat apa-itu-gatau-namanya hehe. Jangan lupa HP dimatikan dulu.
- Security Check
Dari entry point, nanti kita disuruh masuk ke dalam gerbang, dan di sana tinggal tunggu dipanggil oleh petugas yang lain untuk masuk ke ruang pemeriksaan *hayo lhoo,,boleh deg2an deh di sini*
Di dalam ruang pemeriksaan, petugas akan minta handphone kita untuk disimpan di dalam loker, dan kita akan dikasih nomor pengambilan loker. Tas bawaan akan diperiksa lewat X-Ray scanner. Tolong jangan bawa koin banyak2, soalnya pengalaman pribadi, saya punya BUANYAK koin 1 cent di dalam dompet, dan bapak petugas sampe curiga, apakah gerangan muncul banyak bunder2an di layar scanner 
- Ruang Tunggu Wawancara
Keluar dari ruang pemeriksaan security, kita akan nyebrang halaman, masuk ke pintu Hijau, lalu belok ke kiri. Di sana akan ketemu semacam ruang tunggu dan ada loket2nya juga.
Loket - 1
Pertama kali masuk ruang ini, langsung aja nyamperin Loket 1. Di sana akan diperiksa semua dok: I-20, DS-160, Bukti bayar SEVIS fee, passport, kartu keluarga. Terakhir saya wawancara, saya LUPA bawa KK. Tapi untungnya gak masalah tuh. *hoki* Loket 1 ini masih dilayani sama orang Indonesia kok
Setelah nyerahin semua ke Loket 1, kita disuruh duduk, nunggu dipanggil. Kalau bisa bawa buku atau semacamnya deh, soalnya bisa jadi nunggu lumayan lama. Plus TV di sana nyetelnya CNN, jadi kan bosaaan
) atau bisa juga dzikir dan doa dalam hati untuk menenangkan diri. Soalnya saya deg2an paraaaaaaah. Karena kemungkinan ditolak itu pasti ada lho. Atauuuu bawa buku conversation in English juga boleh, itung2 pemanasan sblm diwawancara counselor. Wajib lah bagi pelajar untuk wawancara dalam bahasa Inggris. To show and convince the counselor that you are a college material
Loket - 2
Biasanya kalau petugas merasa ada yang kurang, mereka akan panggil nama applicant ke loket 2 untuk melengkapi data yg kurang, misalnya data riwayat pendidikan, dsb dsb.
Wawancara *DHUARR*
Kalau anda2 semua mendengar nama anda dipanggil oleh orang bule, artinya ANDA AKAN DIWAWANCARA. Boleh deg2an di sini, tapi senyum jangan lupa dipasang
) Wawancara dilakukan di loket langsung kok.
Kalau counselor menyapa dengan bahasa Indonesia, "selamat pagi" maka balaslah dengan " Good Morning, Sir" untuk menunjukkan ke dia bahwa kita siap untuk wawancara dalam bahasa Inggris. Kalau counselor menyapa duluan dengan bahasa Inggris, yasudah, dijawab juga dengan bahasa Inggris
Sapaan khas orang Amerika, selain good morning tadi biasanya "Hi, how are you" Jadi bisa lah kita basa basi dikit dengan how-are-you-an ke Mr Counselor
Awal2nya, kita akan diambil sidik jari. 4 jari kanan, ibu jari kanan, 4 jari kiri, ibu jari kiri. Counselor nya akan memandu kok. Makanya, mulailah pasang kuping lebar2 untuk menunjukkan bahwa listening skill kita bagus
Setelah lengkap data sidik jari, mulai lah dia tanya2. Pertanyaan bervariasi, saya tulis yang saya inget deh.
- - Where will you go to school (in the US)
- - What is the major
- - Why you choose this school
- - Who will pay for your tuition ( di sini mungkin aja dia minta bukti financial guarantee)
- - What will you do with your degree after your graduation ( ini harus meyakinkan, make sure kita menjawab bahwa kita akan pulang lagi ke Indonesia)
- - Previous education, current degree that we have
- - Previous working experience ( siap2 menjelaskan, apa job desc kita di pekerjaan sebelumnya)
- - Is this the first time for you to come to the US
Intinya, kita harus yakin ke US mau ngapain, sekolah apa dan dimana, dan setelah selesai sekolah, yakinkan bahwa kita akan pulang ke Indonesia. Semua jawaban kalau bisa santai dan yakin.
Pengalaman pribadi saya, saya waktu itu antrian no. 3, orang ke-1 lupa bayar, jadi dia harus keluar untuk ke bank. Jadi saya maju ke no.2. Nah, saat orang di depan saya wawancara, saya sulit nguping pembicaraan, dan dia wawancara lumayan lama banget, dan kadang2 hesitated waktu jawab. Hasilnya, dia ditolak saudara2!!! Mateeeekkk. Saya langsung drop! Pasalnya, pelajar kalau sudah dapat I-20 dan segala macem, masa iya mau ditolak. Kan sudah ada jaminan sekolah dimana, dll. Tapi saya ngga tanya sih sama dia, kenapa alasannya dia ditolak. Tapi saya meyakinkan diri sendiri, kan saya returning ke US, sebelumnya udah pernah lolos ke sana, masa iya ditolak sih skrg
Untungnya bisa santai lagi, dan berbekal logat cincha lawra, saya keluarkan semua kemampuan inggris saya yg mentok ini
Untungnya, counselornya itu punya saudara yang tinggal di Denver metro, jadi sok2 obrol2 akrab gitu masalah Denver metro 
Nah, kalau aplikasi visa diterima, akan diberi slip kuning dengan tulisan tanggal berapa visa bisa diambil. Selesainya jangan lupa bilang Thank You, Sir, and Have a nice day! ( ini juga sapaan khas Amerika banget)
PASCA WAWANCARA
Jangan lupa kembali ke ruang security dimana kita titipin HP tadi. Kasih nomor loker ke petugas dan dia akan kembalikan HP kita. lalu keluar gerbang, dan pulang dengan senyum sumringah deh
Pengambilan visa dilakukan di tanggal yang sudah ditentukan, jamnya di antara 13.00 sampai 15.00. Datang ke konsulat tinggal bilang sama petugas keamanan konsulat kalau kita mau ambil visa. Tunggu dipersilakan masuk gerbang, dan di sana langsung ada loket untuk ambil visa. Tidak perlu datang sendiri, diwakilkan juga bisa.
Kalau sudah melihat visa tertempel di passport, saatnya BELANJA! belanja koper, belanja baju2, jaket, sepatu, yang mau dibawa ke Amerika hihi.
Baiklah, semoga tulisan panjang ini ada yang baca, dan kalau ada yang baca, semoga berguna untuk aplikasi Visanya
Have a nice day, y’all!
Toodle-oo