December 1, 2006

Lingkaran cinta yang sempurna

Filed under: Bikin Mikir - empunyaSAMPAH @ 8:28 am


Pada suatu pagi, seorang petani mengetuk pintu biara keras-keras. Ketika Pater Porter membuka pintu, petani itu mengulurkan padanya serenceng anggur besar-besar.
"Pater Porter, ini anggur terbaik dari kebunku. Harap Pater terima sebagai pemberian dariku."
"Wah,terima kasih! Akan kuberikan langsung pada Pater Kepala, beliau pasti senang sekali."
"Tidak,tidak. Aku berikan ini untukmu."
"Untukku? Tapi aku tidak pantas menerima hadiah secantik ini."
"Setiap kali aku mengetuk pintu, kau yang membukakan. Ketika panenku gagal karena kekeringan, kauberi aku sepotong roti dan segelas anggur setiap hari. Aku ingin serenceng anggur ini memberimu secercah kecintaan matahari, kecantikan hujan, dan kebesaran Tuhan."

Pater Porter menaruh anggur itu di tempat yang mudah terlihat olehnya, dan menghabiskan sepanjang pagi mengagumi anggur itu: anggur itu betul-betul cantik. Karena itu, dia memutuskan untuk memberi hadiah itu pada Kepala Biara, yang kata-kata bijaknya selalu merupakan berkah baginya.

Kepala biara sangat senang mendapat hadiah anggur itu, tapi lalu dia ingat salah satu pater di biara sedang sakit, dan dia berpikir. "Akan kuberikan anggur ini padanya. Siapa tahu anggur ini bisa sedikit menggembirakan hatinya."

Tapi anggur itu tidak berdiam lama di kamar pastor yang sedang sakit itu, karena pastor itu berpikir, ‘Pater Cook sudah merawatku dengan telaten, memberiku makanan terbaik. Aku yakin anggur ini akan memberinya kebahagiaan besar’.

Dan ketika Pater Cook membawakan makan siang, pastor yang sakit tadi memberikan anggur tadi kepadanya.
"Ini untukmu. Kau sangat memahami berkah berkah Alam pada kita, dan kau pasti tahu apa yang harus dilakukan untuk anggur ciptaan Tuhan ini."
Pater Cook terkagum-kagum pada keindahan anggur itu, dan memperlihatkan kesempurnaan anggur tersebut pada asistennya. Anggur-anggur itu sangat sempurna, dan tak seorang pun bisa menghargainya dengan sepatutnya melebihi Pater Sacristan yang bertanggung jawab atas Sakremen Kudus, yang oleh semua penghuni biara dianggap sebagai orang yang betul-betul suci.

Pater Sacristan kemudian memberikan anggur itu pada murid termuda, untuk membantunya mengerti bahwa kebesaran Tuhan bisa ditemukan pada benda-benda ciptaanNya yang terkecil sekalipun.
Ketika sang murid menerima anggur itu, hatinya dipenuhi keagungan Tuhan, sebab belum pernah dia melihat anggur secantik itu. Saat itu juga, dia ingat hari pertama dia datang ke biara dan orang yang membukakan pintu baginya; dibukanya pintu itu telah membuat dia bisa berada di sini sekarang, di lingkungan orang-orang yang mengerti keajaiban.

Tidak lama sebelum hari gelap, dia membawa anggur itu kepada Pater Porter.
"Makan dan nikmatilah. Anda telah menghabiskan sebagian besar waktu Anda di sini sendirian, dan anggur ini baik untuk Anda."

Akhirnya Pater Porter mengerti bahwa hadiah itu memang ditakdirkan untuk dia; maka dinikmatinya dengan penuh rasa syukur setiap butir anggur tersebut, dan malam itu dia pergi tidur dengan bahagia.
Dengan cara itu, lingkaran telah terbentuk sempurna; lingkaran kebahagiaan dan kegembiraan yang selalu mengelilingi mereka yang bersentuhan dengan kekuatan cinta.

dikutip dari ‘Paulo Coelho’  

Untuk yang sedang lelah menjadi baik…
Kamu harus percaya, kalo lingkaran kebaikan itu akan selalu ada.
Selagi kita masih bisa berbuat baik untuk orang lain, kenapa ngga kita lakukan aja,,mumpung masih punya kesempatan.
Suatu saat, pasti kita akan juga merasakan buah dari kebaikan yang sudah kita tanam.

—(yang nulis kok kaya bukan upik yaa,,sok bijak bangeet :P ) —

5 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://tempatsampah.blogsome.com/2006/12/01/lingkaran-cinta-yang-sempurna/trackback/

  1. Wooooy,,,
    susah payah nulis,,,
    susah payah pasang status seharian di YM
    susah payah promosi ke orang2
    kok NGGA ADA YANG COMMENT???
    Hwuaaaa :(
    shock + kaget + terpukul hiks,,hiks,,,
    Percuma ajah bikin tulisan kalo ngga ada yang comment
    sediiih :(
    sediih :(
    sediih :(

    Comment by upik — December 1, 2006 @ 9:44 pm

  2. wah, jadi ga ikhlas nih nulisnya? coba niatnya diubah, jangan nulis sekadar supaya dikomentarin, tetapi… (mboh, lanjutin sendiri :D )

    hayuu… merenung!

    Comment by roberto — December 1, 2006 @ 11:12 pm

  3. Betul kata berto! Nulis itu jangan buat dikomentarin…

    Kalo pengen supaya ceritanya banyak yang baca, kan udah ada guest-counter itu… :)

    BTW, ini postingan buat si ’seseorang’ kan? Mending surh dia baca :)

    Oh ya, satu lagi… Kalo ingin dibaiki oleh orang lain, lakukanlah kebaikan terlebih dulu, jangan menghara kebaikan orang lain terus :)

    Comment by Zakka — December 1, 2006 @ 11:35 pm

  4. Iya deh, pik.. ni comment.. Em.. apa ya? Emm.. Jadi pengen makan anggur.. Upik suka anggur? ^^; Hehehee..!! Nulis yang ikhlas dong, Pik.. :D

    ~[sil]

    Comment by sila — December 2, 2006 @ 8:52 pm

  5. setuju ama zakka!
    kalo perbuatan baik yang kita lakukan itu sebenarnya bukan untuk orang lain tapi untuk diri kita sendiri :)

    Comment by ruanee — December 4, 2006 @ 8:18 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King