EARTH movie review : fall in love with earth, once again
Hanya berawal dari lihat standing figurenya di Blitz Megaplex PVJ, akhirnya saya jadi kepengen nonton filemnya.
Saya sempet baca2 dulu review nya di site nya Blitz Megaplex, dan menurut saya, saya mendapatkan review yang cukup memuaskan sehingga membuat saya pengen nonton.
Di review itu dibilang kalau filem dokumenter berjudul "Earth" - saja ini dibuat dalam waktu sampe 5 tahun, dengan lokasi pengambilan di lebih dari 200 tempat!! wow. Selain itu, film ini diklaim sebagai film dokumenter termahal yg pernah ada.
Hmm,,, statement2 ini makin bikin saya pengen nonton nih. Akhirnya saya punya kesempatan juga, hehehe.
Dan ternyata, semua kata2 di review itu benar adanya *halah*.
Film ini akan membawa kita ke petualangan ke seluruh penjuru bumi, di lokasi2 yg umumnya ngga dijadiin setting film komersil biasanya (such as, gurun es di kutub, padang rumput luas, padang pasir halus, aliran2 air yang berujung di sebuah air terjun tinggi yang cantik, samudera terbuka, dan masih banyak tempat2 indah lain di bumi).
Inti film ini adalah menceritakan tentang cerita 3 binatang : beruang kutub, gajah Afrika, dan paus bungkuk, tentang cerita perjalanan panjang mereka, yang intinya adalah usaha binatang2 itu dalam mencari makan untuk mempertahankan hidup serta melindungi keturunannya.
Cerita bergulir dari bulan Januari, dimana perjalanan berawal dari daratan es di kutub (aduh, saya lupa kutub mana, sepertinya sih kutub utara. ya kalo ngga utara, ya di selatan deh
). Di kutub ini kita akan mengikuti cerita tentang sebuah keluarga beruang kutub, yg punya 2 bayi beruang yg masih kecil2 lucu2 deh. Kita akan lihat gimana si bayi beruang itu mulai belajar jalan di atas daratan es yg licin, ngikutin ibu beruang yg sudah jalan2 duluan hehehehe.
Di daratan es yg ngga ada kehidupan sama sekali gitu, anak2 beruang itu hanya minum dari ibunya. Namun, si ibu ini sudah mulai kehilangan berat badannya, dan dia juga butuh makanan untuk recharge dirinya sendiri.
Lalu kita akan diajak melihat perjalanan panjang ibu dan 2 anak beruang ini menuju ke ujung pantai dimana mereka bisa ketemu sama singa laut untuk dimangsa.
Tapi, mereka sebenernya ngga tau, bahwa mereka sedang menghadapi masalah baru seiring perjalanan mereka. Ini sebenernya berkaitan sama cepatnya lapisan es di kutub mencair akibat bumi yg makin panas, dan beruang kutub jadi ngga bisa mendapatkan makanannya.
Di tengah perjalanan beruang, cerita beralih ke bulan lain, kita mengamati gajah afrika yg bermigrasi entah darimana, menyeberangi daratan rumput kering berdebu, menuju ke sebuah delta Okavango hanya untuk bisa dapat air.
Di sini cerita sempat fokus hanya pada seekor ibu gajah dengan anaknya yg masih kecil yg terpisah dari rombongan gajah. Lucu sekaligus kasihan lihat si anak gajah yg sepertinya lemes ngga kuat jalan lagi. Tapi untungnya akhirnya mereka setelah melewati badai debu pasir, bisa ketemu lagi sama rombongan.
Dari cerita gajah, ada lagi cerita ttg ibu paus bungkuk dan anaknya yang menyeberangi lautan untuk dapet makanan yg mereka cari. Si anak paus ini minum berapa-ratus liter susu dari ibunya, dan si ibu ini harus tetep survive demi anaknya, dan demi perjalanan mendapatkan makanannya. Seru loh melihat mereka berdua menghadapi badai di samudera luas, dan mereka saling membuat suara2 dari kepakan sirip mereka di air, sehingga satu sama lain ngga akan terpisah meskipun lagi badai.
Sebenernya selain cerita 3 binatang ini, masih banyak cerita2 binatang lain misalnya birds of paradise di papua new guinea, rombongan burung yg bermigrasi dan harus ngelewatin gunung himalaya yg sangat dingin, pokoknya buanyaaak lah.
Tapi, di akhir2 film, saya agak sedih melihat si bapak beruang yg di awal film ceritanya dia mencari makan sendirian. Kan lapisan es mulai mencair, dan dia belum ketemu makanannya. Si beruang ini mau ngga mau harus buru2 cari makanan untuk bertahan hidup.
Saat itu, yg ada hanya kumpulan Walrus, dan ukuran badan walrus ini lebih besar daripada mangsa beruang kutub yg biasanya. Otomatis kan butuh tenaga lebih. Beruang ini akhirnya nekat menyerang si ibu walrus, demi mendapatkan si anak walrus yg ukuran badannya kecil, sebagai makanannya.
Tapi kan, ibu walrus badannya gede, dan walrus2 itu bergerombol, sementara si beruang sendirian. Dia ngga berhasil melawan, dan kelihatan bahwa dia sudah ngga ada tenaga lagi. Sepanjang tahun dari Januari sampai penghujung tahun, dia mencari makanannya dan ngga kunjung ketemu.
Kini, di penghujung tahun, di sisa2 tenaganya, dia gagal mendapatkan makanan, terus kasihan deh lihat dia akhirnya terbaring lemas di atas es, dan mungkin dia ngga bertahan hidup.
Rasanya mau nangis lihatnya. Dan semua kejadian ini thanks to bumi yg makin panas yg menjadikan beruang kutub ngga bisa dapetin makanannya.
Kata filemnya, kalau suhu bumi konstan seperti ini terus, maka 2030 beruang kutub akan punah. Huhuhuhu T___T
Overall, film ini bener2 membuat saya sadar bahwa ternyata di bumi ini banyak sekali tempat yang AMAZING. Kalo mengutip kata Fadlan : melihat film ini akan bikin kita mengucapkan kata ‘Subhanallah’ berkali2.
Dan ternyata benar saja. Film ini indah secara visual. bener2 petualangan yang bagus, menarik, stunning, pokoknya okeeee sekali.
*apalagi, buat saya yg paling asik tuh cerita perjalanan air di sungai2 kecil berbatu, dan tiba2 berujung di sebuah water fall yg tinggi, deres, sampe bikin merinding,, serasa ada di atas waterfall nya beneran. Ternyata itu adalah Angel Falls. Baguuuus*
Makanya, kita bisa2 jatuh cinta sama bumi, hehe.
Film ini berhasil menunjukkan sebuah kesedihan dari si beruang kutub yg gara2 global warming, dia jadi tidak bisa bertahan hidup.
Film ini ditutup dengan pesan bahwa "saat ini, belum terlambat untuk menyelamatkan bumi tercinta ini".
Yeaaah,,pesan moral yg sangat menyentuh.
Earth is greeeaaaaat
http://www.loveearth.com/uk/film


spoiler nih…
(upik said: yaaah,,kupikir kalo film dokumenter kan ngga ada cerita2 yg siginifikan gituuu
)
jadi ya ngga apa apa kalo spoiler…
Comment by rani! — April 29, 2008 @ 3:37 pm
iya,filmnya keren,,
recommended lah buat ditonton..
(upik said: mentang2 yg udah nonton
)
Comment by Randy Desmond — April 29, 2008 @ 5:59 pm
ah mbak uppik, diceritain semua nya nih..
gak surprise ach..
gak asik nih gak asik
hehehehe
(upik said: aduh mbak deppe, ya maaap huhuhuhu )
Comment by depe — April 30, 2008 @ 12:30 pm
yohaaaaa~
AyAm juga udah nonton tuh *meski via net*
baguuuuuuuuuussssss
makanya teh upik
kalau nggak mau bumi makin panas jangan lupa tanam pohon dunx
(upik said: cadas juga koneksinya net nya, bisa dipake buat ntn film
)
Comment by Si AyAm petok2 — May 14, 2008 @ 11:47 am